Fenomena emotional eating menunjukkan bahwa persoalan makanan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan psikologis, terutama bagi perempuan yang menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan
TENTANGPUAN.com – Paparan berulang terhadap berita kekerasan seksual (KS) kerap dianggap sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran gender. Akan tetapi bagi banyak perempuan, terutama di
TENTANGPUAN.com – Menjadi seorang ibu sering digambarkan sebagai peran penuh cinta, pengorbanan, dan kerja tanpa henti. Namun, di balik senyum dan ketangguhan itu, banyak
TENTANGPUAN.com – Subuh baru saja menyapa Kelurahan Mongkonai Barat. Dari balik kabut tipis, cahaya lampu jalan berpendar lembut berpadu dengan lantunan azan dari Masjid
Dialah Sulastri Paputungan, mantan lurah atau Sangadi Guhanga, yang baru saja dipercaya menjadi salah satu pembina Yayasan Pembina Mualaf At-Taubah (YPMA) Kota Kotamobagu.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gerakan Perempuan Sulut, ia berfokus pada penguatan kapasitas perempuan di akar rumput--khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya dan Minahasa--agar mereka
Ia merasa beruntung bisa bergabung di kebun bibit ini. Selain fisiknya yang tetap terjaga karena terus beraktivitas, ia juga merasa hidupnya lebih bermakna karena
TENTANGPUAN.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama pemerintah resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna Tingkat II, Selasa (21/4/2026). Pengesahan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan menjelang Hari Buruh 2026, menandai momentum
TENTANGPUAN.com – Perbincangan tentang Papua terus menemukan ruangnya, termasuk lewat inisiatif-inisiatif diskusi publik yang mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda. Salah satunya melalui agenda nonton
TENTANGPUAN.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama pemerintah resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang dalam
Ironisnya, meski setiap musim ia menanam padi, Rafia tetap harus membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil panen yang terbatas seringkali habis untuk menutup biaya
Di Desa Buyat sendiri, persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Warga, terutama perempuan, menjadi garda terdepan dalam menyiapkan hidangan khas yang menjadi simbol
Sejak sehari sebelum perayaan, dapur-dapur rumah di Buyat telah hidup. Asap dari tungku, bunyi anyaman janur, hingga aroma masakan khas memenuhi ruang-ruang domestik yang
Fenomena emotional eating menunjukkan bahwa persoalan makanan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan psikologis, terutama bagi perempuan yang menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan