KB Gratis di Kotamobagu Utara Jadi Upaya Tekan Risiko Kehamilan Tak Direncanakan

Camat Kotamobagu Utara meninjau pelayanan KB gratis di PMB Tuti Laoh, Desa Pontodon, (Foto: Olam Mokodompit).

TENTANGPUAN.com – Pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis yang digelar di PMB Tuti Laoh, Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Rabu (13/5/2026) lalu, menjadi salah satu upaya meningkatkan akses kesehatan reproduksi masyarakat sekaligus menekan risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

Kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tersebut mendapat antusiasme masyarakat yang memanfaatkan layanan KB secara gratis.

Pelayanan ini dinilai penting untuk mendukung perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas, terutama bagi masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan biaya rutin untuk alat kontrasepsi.

“Iya senang bisa menjangkau program KB gratis waktu itu,” kata Marlina Mokodompit, salah satu peserta pelayanan KB gratis, Senin (18/5/2026).

Menurut Marlina, program tersebut cukup membantu mengurangi pengeluaran bulanan keluarganya. Ia mengaku sebelumnya harus rutin membayar biaya suntik KB setiap bulan.

“Saya kan suntik KB, tiap bulan lumayan juga biayanya. Syukurlah sekarang bisa pasang implan untuk setahun,” ujarnya.

Selain membantu masyarakat dari sisi ekonomi, pelayanan KB gratis juga dinilai penting dalam mendukung kesehatan ibu dan keluarga. Hal itu disampaikan Camat Kotamobagu Utara, Kusnadi Pobela, saat melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Kusnadi, program KB tidak hanya berkaitan dengan pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

“Program KB bukan hanya tentang pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga merupakan upaya menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” ujar Kusnadi.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan mendukung penuh pelayanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara merata.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan program KB.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan KB gratis ini sebagai bagian dari perencanaan keluarga yang baik demi masa depan generasi yang lebih sehat dan unggul,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan akses terhadap layanan KB masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama bagi perempuan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan reproduksi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Women’s Health berjudul Determinants of unmet need for family planning among postpartum women in Indonesia menyebutkan masih banyak perempuan pascamelahirkan yang belum mendapatkan layanan KB secara optimal. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan serta berdampak pada kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, riset tahun 2025 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia berjudul Unmet Contraceptive Needs as the Risk for Unintended Pregnancies in Indonesia menemukan bahwa kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan hingga 1,3 kali lebih tinggi. Penelitian tersebut juga menegaskan pentingnya pemerataan akses layanan KB dan edukasi kesehatan reproduksi bagi masyarakat.

Melalui pelayanan KB gratis seperti yang digelar di Desa Pontodon, pemerintah dan tenaga kesehatan berharap masyarakat semakin mudah memperoleh akses layanan kesehatan reproduksi yang aman dan terjangkau. Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah positif dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kota Kotamobagu, khususnya di Kecamatan Kotamobagu Utara.