Perempuan Menguatkan Solidaritas dalam Temu Rakyat Sulut, Menjaga Ruang Hidup dari Akar Komunitas

Perempuan dari berbagai komunitas turut ambil bagian dalam Temu Rakyat Sulawesi Utara 2026 di Desa Kalasey II, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Selasa (28/7/2026). Melalui forum bertema "Merajut Solidaritas, Rakyat Mempertahankan Ruang Hidup", mereka menyuarakan pengalaman menghadapi persoalan lingkungan, agraria, dan ruang hidup, sekaligus memperkuat jejaring solidaritas untuk mendorong pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.

TENTANGPUAN.com – Di tengah diskusi mengenai konflik agraria, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap wilayah pesisir, suara perempuan menjadi salah satu yang paling banyak terdengar dalam Temu Rakyat Sulawesi Utara 2026 di Desa Kalasey II, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, perempuan dari berbagai komunitas tampak aktif mengikuti jalannya diskusi, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam mempertahankan ruang hidup di daerah masing-masing.

Temu Rakyat Sulawesi Utara yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 mengusung tema “Merajut Solidaritas, Rakyat Mempertahankan Ruang Hidup”.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat sipil, organisasi, komunitas, masyarakat adat, akademisi, dan warga dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara untuk membahas persoalan lingkungan, agraria, serta berbagai kebijakan pembangunan yang dinilai berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Sejak hari pertama, antusiasme peserta terlihat dalam setiap sesi diskusi. Sejumlah perempuan dari komunitas pesisir, pedesaan, maupun masyarakat adat secara bergantian menceritakan pengalaman mereka menghadapi perubahan ruang hidup, mulai dari berkurangnya akses terhadap sumber daya alam, konflik penguasaan lahan, hingga dampak pembangunan terhadap sumber penghidupan keluarga.

Penyelenggara menyampaikan bahwa Temu Rakyat Sulawesi Utara digelar sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap ruang hidup masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami percepatan pembangunan berbagai proyek strategis dan investasi yang mengubah fungsi kawasan, terutama di wilayah pesisir dan kawasan yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat.

“Di balik narasi pembangunan terdapat tantangan seperti konflik agraria, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan akses terhadap sumber daya,” ujar penyelenggara dalam pembukaan kegiatan.

Bagi banyak peserta perempuan, persoalan ruang hidup tidak hanya berkaitan dengan hilangnya lahan atau kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan keluarga. Ketika sumber air tercemar, hasil tangkapan ikan menurun, atau lahan pertanian berkurang, perempuan kerap menjadi pihak yang harus menanggung beban tambahan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.

Melalui forum tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, serta menyusun langkah-langkah kolektif untuk mempertahankan ruang hidup yang berkelanjutan. Forum ini juga menjadi ruang bagi perempuan untuk memperluas jejaring advokasi dan memperkuat peran mereka dalam berbagai gerakan sosial dan lingkungan di Sulawesi Utara.

Pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga ruang hidup juga sejalan dengan temuan laporan Gender Snapshot 2024 yang diterbitkan oleh UN Women bersama United Nations Department of Economic and Social Affairs.

Laporan tersebut menegaskan bahwa perempuan sering kali berada di garis depan dalam mengelola sumber daya alam dan menjaga ketahanan keluarga, namun masih menghadapi kesenjangan dalam akses terhadap pengambilan keputusan terkait pengelolaan lahan, sumber daya alam, dan kebijakan pembangunan. Karena itu, pelibatan perempuan secara bermakna dinilai menjadi salah satu prasyarat penting untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Melalui Temu Rakyat Sulawesi Utara, para peserta berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat gerakan masyarakat dalam menjaga ruang hidup sekaligus memastikan bahwa pembangunan di Sulawesi Utara berjalan dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat, kelestarian lingkungan, serta menjamin partisipasi perempuan sebagai bagian penting dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan ruang hidup mereka.

Reporter: Tonny Rarung