TENTANGPUAN.com – Aksi May Day 2026 yang digelar Aliansi Buruh Melawan di Kota Manado, Kamis (1/5), tidak hanya mengangkat isu klasik ketenagakerjaan, tetapi juga menyoroti urgensi perlindungan pekerja dari kekerasan seksual di lingkungan kerja.
Dalam lima tuntutan yang disuarakan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perusahaan menjadi salah satu poin krusial yang didorong massa aksi.
“Iya, ini penting terutamabagi kami perempuan,” kata Indry, salah satu peserta aksi.
Selain mendesak pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penerapan upah layak, jaminan kepastian kerja, serta penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan pemberangusan serikat, buruh menilai isu kekerasan seksual sebagai persoalan mendesak yang selama ini belum ditangani secara serius oleh negara maupun perusahaan.
“Isu ini penting untuk disuarakan di antara banyak tuntutan, agar bisa menjadi perhatian kita semua terutama para pemberi kerja,” tambah Indry.
Dalam orasi yang bergema di jalanan Manado, massa menegaskan bahwa tempat kerja belum sepenuhnya menjadi ruang aman, khususnya bagi buruh perempuan. Minimnya SOP yang jelas, ketiadaan mekanisme pengaduan yang aman, serta relasi kuasa antara atasan dan pekerja disebut sebagai faktor yang membuat kasus kekerasan seksual kerap tidak terungkap.
“Tidak sedikit korban yang memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan atau menghadapi stigma sosial.”
Aliansi Buruh Melawan menilai negara harus hadir melalui regulasi yang tegas dan implementatif, yang mewajibkan setiap perusahaan memiliki sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang berpihak pada korban. Mereka juga mendorong adanya edukasi di tempat kerja untuk membangun kesadaran kolektif serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan setara.
Dari perspektif gender, buruh perempuan menghadapi kerentanan berlapis, tidak hanya soal upah rendah dan ketidakpastian kerja, tetapi juga ancaman kekerasan berbasis gender yang sering kali tersembunyi di balik relasi kerja. Tanpa perlindungan yang memadai, mereka berada dalam posisi rentan yang sulit untuk melawan.
Aksi May Day tahun ini menunjukkan bahwa gerakan buruh semakin berkembang, tidak hanya memperjuangkan hak ekonomi, tetapi juga keselamatan dan martabat pekerja. Seruan “hidup rakyat, hidup buruh, hidup perempuan yang melawan” menggema sebagai penegasan bahwa perjuangan buruh juga adalah perjuangan melawan kekerasan dan ketidakadilan di tempat kerja.

