TENTANGPUAN.com – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Kotamobagu mulai menggenjot program pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal pada awal 2026. Salah satu fokus utama yang didorong adalah penguatan ekonomi keluarga melalui keterlibatan ibu rumah tangga dalam rantai produksi kakao organik.
Langkah awal program ini ditandai dengan kunjungan Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, ke perkebunan dan lokasi pembibitan kakao milik praktisi pertanian Akbar Damopolii di Kelurahan Pobundayan, Jumat (23/1/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu, Piter Suli.
Rindah menilai sektor kakao memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga, terutama jika perempuan dilibatkan secara aktif, mulai dari pembibitan, pengolahan pupuk organik, hingga peningkatan kualitas hasil panen.
“Fokus utama kami adalah mendorong keterlibatan ibu rumah tangga. Kami ingin para ibu tidak hanya mengurus domestik, tapi juga memiliki produktivitas ekonomi di waktu luang mereka,” ujar Rindah.
Ia menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari studi banding ke Bali yang menunjukkan bahwa pengelolaan kakao berbasis komunitas, termasuk oleh perempuan, mampu meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
TP-PKK merancang sejumlah skema pemberdayaan, di antaranya pembibitan mandiri bibit kakao unggul oleh kelompok ibu-ibu, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik, serta edukasi standar mutu biji kakao agar memiliki daya saing pasar yang lebih luas.
Rindah menegaskan bahwa program tersebut tidak akan berhenti pada tahap perencanaan. TP-PKK akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan komunitas petani muda untuk memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
Pemilik kebun kakao, Akbar Damopolii, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelibatan perempuan dalam aktivitas pertanian organik berpotensi langsung meningkatkan pendapatan keluarga.
“Ada rencana kolaborasi antara anak muda dan ibu-ibu PKK. Tujuannya jelas, meningkatkan pendapatan keluarga melalui aktivitas pertanian yang ramah lingkungan,” kata Akbar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu, Piter Suli, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh program tersebut.
“Kami dari dinas teknis siap memberikan pendampingan penuh. Komitmen sudah dibangun bersama Ketua TP-PKK untuk merancang program khusus pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Upaya TP-PKK Kotamobagu ini sejalan dengan hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi perempuan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Dalam laporan Pembangunan Manusia Berbasis Gender terbaru, BPS mencatat bahwa rumah tangga dengan perempuan yang terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif cenderung memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik serta pengeluaran yang lebih terarah pada kebutuhan dasar keluarga.

