Ikuti MPLS, Tiga Siswa Baru SMPN 4 Kotamobagu Bagikan Kesan Hari Pertama Sekolah

Elvia Laiya, Aura Gusti, dan Seandira, (Foto: Tentangpuan.com/Non).

TENTANGPUAN.com – Senyum malu-malu bercampur rasa gugup terlihat di wajah Elvia Laiya, Aura Gusti, dan Seandira saat memasuki gerbang SMP Negeri 4 Kotamobagu untuk pertama kalinya. Mengenakan seragam putih biru yang masih tampak baru, ketiganya menjadi bagian dari ratusan peserta didik yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada awal tahun ajaran 2026/2027.

Lulusan SD Negeri 3 Gogagoman itu mengaku masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Ruang kelas yang berbeda, guru-guru baru, hingga teman-teman yang belum semuanya dikenal membuat hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang berkesan.

“Perasaan kami saat pertama masuk sekolah gugup. Saya baru kenal dua teman baru, selebihnya masih teman-teman dari SD,” kata Elvia Laiya, Senin (13/7/2026).

Meski demikian, rasa gugup itu tidak mengurangi semangat mereka untuk memulai babak baru dalam dunia pendidikan. Di balik seragam putih biru yang baru dikenakan, masing-masing telah menyimpan cita-cita besar.

Elvia bercita-cita menjadi seorang arsitek. Baginya, pendidikan di jenjang SMP menjadi langkah awal untuk mewujudkan impian merancang bangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Aura Gusti ingin menjadi dokter. Ia berharap dapat belajar lebih giat agar suatu hari nanti mampu membantu banyak orang melalui profesi yang diimpikannya.

Berbeda dengan kedua temannya, Seandira memiliki cita-cita yang tak biasa. Ia ingin menjadi seorang astronaut, profesi yang menurutnya membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar sejak dini.

“Tertarik saja dengan banyak hal di luar angkasa,” katanya.

Terpisah, Selvira Paputungan, S.Pdi salah satu guru di Bolaang Mongondow Raya (BMR) mengatakan, jika MPLS sangat penting bagi para siswa baru. Dengan MPLS siswa baru mengenal lingkungan sekolah, ruang kelas, fasilitas, tata tertib, budaya sekolah, serta sistem pembelajaran yang berbeda dengan jenjang sebelumnya. Adaptasi yang baik dapat mengurangi kecemasan pada hari-hari pertama sekolah.

“Hubungan awal yang positif membantu siswa merasa diterima dan lebih percaya diri,” jelas Selvira.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah menjadi momentum penting bagi ketiga siswa tersebut untuk mengenal budaya sekolah, tata tertib, guru, serta teman-teman baru. Fase ini juga menjadi jembatan transisi dari jenjang sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama.

Pentingnya masa adaptasi tersebut turut diperkuat oleh hasil penelitian OECD melalui Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki rasa diterima (sense of belonging) di lingkungan sekolah cenderung memiliki motivasi belajar lebih tinggi, lebih percaya diri, serta menunjukkan capaian akademik yang lebih baik dibandingkan siswa yang mengalami kesulitan beradaptasi.

Di Indonesia, pelaksanaan MPLS diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru. Regulasi tersebut menegaskan bahwa MPLS bertujuan mengenalkan program sekolah, sarana dan prasarana, cara belajar, budaya sekolah, serta membangun karakter peserta didik dalam suasana yang edukatif, menyenangkan, dan menghargai hak anak.

Selain itu, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan semakin memperkuat pelaksanaan MPLS agar berlangsung aman, inklusif, bebas dari perundungan, serta menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat setiap peserta didik.

Bagi Elvia, Aura, dan Seandira, hari pertama mengenakan seragam putih biru bukan sekadar memasuki sekolah baru. Hari itu menjadi langkah pertama untuk mengenal lingkungan baru, membangun persahabatan, dan merintis jalan menuju cita-cita yang mereka impikan sejak kecil. Di tengah rasa gugup yang masih tersisa, semangat mereka menjadi gambaran bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah pertama.