Kisah Perempuan yang Harus Melahirkan di Tempat Perlindungan Bom Akibat Perang Rusia-Ukraina

Bayi saat perang
Ilustrasi, (Foto: Pixabay).

TENTANGPUAN.COM – Perang Rusia-Ukraina masih berlangsung sampai saat ini, hingga mengisahkan berbagai cerita salah satu satunya harus melahirkan di tengah konflik. Kejadian ini pun diceritakan oleh Viktoria yang harus melahirkan di penampungan bawah tanah rumah sakit.

Perempuan 32 tahun ia menceritakan bagaimana ia perasaanya yang sangat gugup ketika mendengar sebuah ledakan akibat perang Rusia-Ukraina. Ia berharap masih bisa bertemu sang anak yang sebentar lagi ia lahirkan.

Viktoria bersama suami tak tinggal diam, keduanya mulai mempersiapkan persalinan di tengah perang. Lalu langsung pergi ke rumah sakit setelah terdengar ledakan. Mereka pun berkendera ke Kyiv dengan jalanan yang kosong hannya suara sirene yang terdengar.

“Saya mulai merasa ingin melahirkan, lalu kami berkendara di kota yang sebelumnya tidak pernah kosong. Hanya suara sirene yang menakutkan terdengar seperti di film, namu saya tetep berusaha positif. Saya tidak percaya akan melahirkan di tengah perang,” ujar Viktoria melansir The Guardian.

Ketika keduanya tiba di rumah sakit, yang mereka hadapi ialah semua lampu dimatikan karena staf rumah sakit takut dibom. Akhirnya, dokternya menemuinya dan menunjukkan sebuah ruangan yang sangat nyaman dan penuh warna. Sayangnya, dua jam kemudian, suara sirene kembali terdengar dan sangat keras.

“Saya telah mengikuti kelas yoga, bersiap untuk melahirkan dengan tenang. Namun situasi tidak seperti itu saat ini,” paparnya.

Melahirkan di tempat perlindungan bom

Setelah suara sirene tersebut, dokter pun bergagas untuk menyuruhnya pergi ke tempat perlindungan bom yang ada di bawah tanah rumah sakit tersebut. Kepanikan langsung terjadi, bahkan Viktoria tidak sempat untuk mengenakan celannya kembali.

“Saya bahkan tidak bisa memakai celana saya karena itu terlalu menyakitkan. Ketika kami memasuki tempat penampungan kami terkejut. Itu dibangun pada zaman Soviet dan tidak dirawat, itu runtuh dan sangat basah dan dingin,” paparnya.

Ia pun semakin terkejut karena tidak ada teknologo medis hanya kursi ginekologi. Namun, air ketuban sudah pecah, dokter pun langsung bergerak untuk melakukan persalinan di bunker tersebut.

Meski terbatas dengan keadaan, Viktoria pun berupaya sekuat tenaga untuk melahirkan sang anak. Setelah perjuangannya, ia pun bisa melihat sang anak yang diberi nama Fedor.

Saat di bunker, Viktoria pun berkata kepada kepada si kecil, “Kamu beruntung, kamu unik, kamu lahir di Ukraina, kamu orang Ukraina baru,” katanya.

Setelah melahirkan, ia pun kerapa bangun pagi untuk melihat anaknya tertidur seperti malakikat kecil yang memberinya kekuatan. Ia pun berharap jika putranya tidak mengelami perang seperti situasi saati ini.

“Saya berharap dan berdoa untuk perdamaian,” katanya.

Sumber: Fimela.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.