Bentuk Antibodi Bayi dengan Rajin Menyusui Usai Divaksin

Menyususi saat pandemi
Ilustrasi, (Foto: Pexels).

TENTANGPUAN.COM – Virus Covid-19 yang bisa terpapar pada semua kalangan tidak terkecuali bayi memabwa masalah tersendiri. Karena belum tersedianya vaksin untuk anak di bawah 12 tahun, para Bunda kini tentu harus melakukan perlindungan ekstra terhadap Si Kecil dari paparan virus COVID-19.
Saking ingin melindungi buah hatinya, kini para semakin banyak ibu yang rajin menyusui, lho memang kenapa ya Bunda?

Ternyata sejak ditemukan bahwa antibodi dari vaksin bisa mengalir dalam ASI, banyak Bunda yang menjadi lebih rajin menyusui. Tujuannya, agar ASI yang mengandung antibodi dari vaksin tersebut bisa mengalir juga ke tubuh Si Kecil sehingga ia akan lebih terlindungi dari risiko terpapar COVID-19.

Seperti dikutip dari Baynews9.com, salah satu Bunda di Amerika Serikat Lauren Boehm menuturkan bahwa dirinya memang sengaja untuk lebih sering menyusui guna melindungi anaknya yang berusia 1 tahun dari COVID-19 karena memang belum ada vaksin untuk bayi.

Lauren yang berprofesi sebagai guru ini berkata, “Entah ini memang benar atau tidak, aku akan terus memperbanyak asupan ASI-nya. Ini adalah salah satu upaya ku untuk membuatnya lebih terlindungi.”

Maka itu, Lauren mengaku dirinya kini semakin rajin menyusui anaknya meski Si Kecil sudah berusia di atas 1 tahun. Pasalnya, hingga kini belum ada vaksin yang ditujukan untuk anak-anak di bawah 12 tahun. “Aku sudah divaksinasi Maret lalu dan percaya bahwa antibodi dalam vaksin bisa mengalir melalui ASI sehingga anakku juga akan mendapatkannya,” jelasnya. Lauren kini mengakui ia menyusui anaknya hingga empat kali dalam sehari.

Apalagi, minggu ini pun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) masih terus menyerukan anjuran agar wanita hamil dan menyusui harus mendapatkan vaksin. Karena, jumlah ibu hamil dan menyusui yang menderita COVID-19 semakin meningkat saja di beberapa rumah sakit di AS akhir-akhir ini.

Hingga 23 Juli 2021, baru sekitar 23% wanita hamil di AS yang menerima 1 kali tahap vaksin. Angkanya memang cukup sedikit ya Bunda.

“Namun, semakin lama para ibu hamil dan menyusui baru menyadari bahwa antibodi yang didapatkan dari vaksin akan mengalir juga melalui ASI,” kata Stephanie Sperling, spesialis laktasi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak St Joseph.

Sumber: Haibunda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.