Masih Sering Stalking Mantan? Ini Alasan Ilmiahnya

Stalking
Ilustrasi, (Foto: Pexels).

Tentangpuan.com – Kisah asmara yang tak berjalan baik, biasanya akan berakhir dengan perpisahan. Namun, perpisahan bukan benar-benar akhir dari rasa keingintahuan kita terhadapnya.

Setelah putus hubungan asmara dengan mantan kebanyakan orang akan melakukan satu hal ini, yaitu mulai stalking dan memantau media sosial pasangan selama 24 jam. Walau sebenarnya Anda tidak berniat untuk bertemu atau melihat mantan lagi, tetapi rasa penasaran tentang kehidupannya tanpa Anda membuat stalking terus berjalan.

Mungkin saja sebenarnya Anda penasaran ingin melihat apakah mantan benar-benar lebih baik setelah putus, atau kekasih barunya lebih baik atau buruk dari Anda, atau mungkin jauh dalam lubuk hati sebenarnya Anda berharap melihat kesempatan untuk balikan.

Lalu apa sebenarnya alasan banyak orang memilih untuk stalking mantan kekasihnya setelah putus? Sebuah penelitian pun mengungkapkan jawabannya. Dikutip dari Your Tango, sebuah studi dari The University of Western Ontario menemukan bahwa 88 persen orang di Facebook cenderung mengecek mantan mereka setelah putus.

Mempertimbangkan jumlah waktu yang diperlukan untuk melewati fase putus cinta, fakta ini ternyata tidak terlalu mengejutkan. Jika Anda merasa aneh karena stalking media sosial mantan, ternyata menurut pakar hal itu sangat wajar dilakukan.

“Kita terprogram untuk memperhatikan orang lain,” ujar Pamela Rutledge, psikolog media yang mempelajari dampak media dan teknologi pada kehidupan. “Bahkan jika seseorang memutuskan hubungan asmara, mereka ingin secara fundamental percaya bahwa tidak ada yang bisa menggantikan dirinya dalam diri mantannya. Setiap orang ingin penegasan bahwa dirinya dihargai atau merupakan orang baik, jadi kebanyakan orang berharap bahwa tanpa dirinya, mantan akan sedikit sedih atau menderita,” lanjutnya.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa ada hubungan antara kecemburuan dan waktu yang dihabiskan di Facebook. Semakin banyak informasi yang ditemukan orang, semakin banyak yang mereka inginkan. Dan karena siklus itu, Anda mungkin akhirnya lebih parah menyakiti diri sendiri lebih buruk daripada setelah putus cinta yang lalu.

Apalagi peneilitan itu juga menemukan bahwa wanita lebih cenderung cemburu daripada pria. Namun, jangan salahkan diri sendiri ketika Anda cenderung berlama-lama stalking di media sosial mantan. Pada akhirnya, sudah menjadi sifat manusia untuk ingin tahu apa yang dilakukan mantan setelah putus.

Meski begitu, ingatlah apabila hanya stalking biasa, tanpa membuntuti atau merugikan mantan serta orang di sekitarnya, maka itu tidak membahayakan. “Anda hanya benar-benar ingin tahu,” tambah Pamela.

Namun, ada garis tipis jika Anda menginvestasikan banyak waktu untuk stalking mantan. Artinya Anda mungkin harus mengevaluasi bagaimana Anda menghabiskan waktu. “Pada titik tersebut, itu menjadi sepenuhnya tentang Anda. Ini bukan tentang mantan Anda lagi,” jelas Pamela.

Jadi, meski stalking mantan di media sosial adalah hal yang normal dan mungkin selalu dilakukan setelah putus, ada saatnya Anda perlu istirahat dan fokus pada kesehatan mental Anda. Pada akhirnya, Anda adalah orang yang paling penting dalam hidup, dan Anda tidak perlu membuang banyak waktu untuk melihat apa yang “mungkin saja terjadi”.

Mengapa mendedikasikan seluruh waktu untuk seseorang yang mungkin tidak melakukan hal yang sama untuk Anda? Daripada tinggal di masa lalu, Anda harus melihat ke arah masa depan yang baru untuk diri sendiri. Karena tidak peduli seberapa hancurnya Anda saat ini, semuanya pasti akan berlalu dan ada kebahagiaan menanti Anda di masa depan.

Sumber: Womantalk.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.