TENTANGPUAN.com – Setelah lebih dari sebulan menanti di tengah ketidakpastian, anak-anak di Kawasan Hunian Tetap (Huntap) Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), akhirnya kembali menginjak bangku sekolah.
Sebelumnya, kondisi mereka sempat menjadi sorotan. Meski bangunan sekolah sudah berdiri, aktivitas belajar belum berjalan akibat berbagai kendala administratif. Anak-anak hanya belajar dari rumah dengan keterbatasan bahan ajar dan minim pendampingan langsung. Kini, situasi itu mulai berubah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel, Rante Hattani, mengatakan pemerintah daerah telah mengupayakan percepatan agar layanan pendidikan bagi anak-anak penyintas erupsi Gunung Ruang bisa segera berjalan.
“Hari ini mereka sudah bersekolah. Mulai dari PAUD, SD dan SMP. Aktivitas belajar mengajar digelar di bangunan sekolah yang ada di Huntap Modisi,” kata Rante, Senin, (30/3/2026).
Ia menjelaskan, meski beberapa persoalan administratif masih berproses, pemerintah tetap mendorong pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia demi memastikan anak-anak tidak kehilangan waktu belajar lebih lama.
Sejumlah kebutuhan dasar pembelajaran, lanjut Rante, juga telah disiapkan. Mulai dari buku pelajaran, alat tulis kantor (ATK), hingga perangkat penunjang seperti laptop dan printer.
“Guru-guru yang mengajar juga adalah guru dari Sitaro yang ikut relokasi di Huntap,” ujarnya.
Dari sisi kelembagaan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menetapkan nama dan legalitas sekolah di kawasan tersebut.
Dua satuan pendidikan resmi kini berdiri, yakni SD Negeri Gunung Ruang Modisi dan SMP Negeri Gunung Ruang Modisi.
Berdasarkan data yang dihimpun, SD Negeri Gunung Ruang Modisi telah mengantongi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 70061623, sementara SMP Negeri Gunung Ruang Modisi memiliki NPSN 70061624. Keduanya berlokasi di Kompleks Huntap Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Bolsel.
Tak hanya itu, izin operasional kedua sekolah juga telah diterbitkan pada 25 Maret 2026. SD Negeri Gunung Ruang Modisi mengantongi SK Nomor 1069/C.01/DIKBUD/III/2026, sedangkan SMP Negeri Gunung Ruang Modisi dengan SK Nomor 1068/C.01/DIKBUD/III/2026.
Di tengah perkembangan tersebut, kabar dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar disambut lega oleh warga penyintas.
Pendeta Indrawati Christina, salah satu warga yang kini tinggal di Huntap Modisi, mengaku bersyukur melihat anak-anak akhirnya bisa kembali ke sekolah setelah sekian lama terhenti.
“Iya, hari ini Senin sudah mulai sekolah,” katanya.
Menurutnya, momen ini bukan sekadar dimulainya aktivitas belajar, tetapi juga menjadi titik balik bagi pemulihan kehidupan anak-anak pascabencana.
“Anak-anak sudah lama menunggu momen ini. Orang tua juga merasa lega karena pendidikan anak-anak bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Zonautara.com lewat Teras.id melaporkan bahwa anak-anak penyintas Gunung Ruang di Huntap Modisi belum bisa bersekolah meski gedung telah tersedia. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran orang tua dan guru karena anak-anak harus belajar dari rumah dengan segala keterbatasan.
Kini, dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar serta terbitnya NPSN dan izin operasional sekolah, diharapkan proses pendidikan dapat berjalan lebih stabil.
Namun demikian, percepatan pemulihan kualitas pembelajaran tetap menjadi pekerjaan rumah, mengingat anak-anak telah mengalami jeda pendidikan yang cukup panjang sejak erupsi terjadi pada April 2024.

