Keseringan Behubungan Intim Berdampak Buruk pada Miss V?

bercinta
Ilustrasi, (Foto: Pexels).

Tentangpuan.com – Setiap orang memiliki intensitas berhubungan intim yang berbeda-beda.Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior pada 2017, disebutkan rata-rata orang dewasa berhubungan seks 54 kali setahun atau sekitar seminggu sekali. Meskipun menurut Rebecca C. Brightman, MD, asisten profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan kedokteran reproduksi, “Definisi sering berhubungan seks adalah sebatas angka dan jika terasa nyaman untuk Anda, maka seks pada frekuensi berapa pun boleh saja,”

Namun, bukan berarti terlalu sering berhubungan seks juga tidak memiliki dampak. Bahaya fisik utama yang bisa Anda rasakan adalah pembengkakan berlebihan pada vagina dan labia, Sherry A. Ross, ob-gyn dan ahli kesehatan wanita, mengatakan bahwa dengan banyaknya rangsangan seksual, maka vagina dan labia menjadi penuh dengan darah sehingga dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang berlebihan saat kontak seksual.

Durasi berhubungan seks yang lama juga dapat menyebabkan pelumasan alami vagina mengering, yang dapat menyebabkan gesekan dan rasa sakit. “Jika Anda tidak melakukan foreplay dalam jumlah yang tepat untuk menjadi terangsang dan basah, vagina akan kering yang seks terasa menyakitkan saat penis atau jari memasuki vagina. Kekeringan vagina ini juga dapat terjadi pada wanita menopause, yang mengakibatkan sensasi terbakar di dalam vagina selama kontak seksual dan penetrasi,” jelasnya.

Semakin banyak berhubungan seks, semakin besar juga risiko infeksi kandung kemih dan vagina. Dr. Sherry bilang, ini karena terganggunya keseimbangan pH alami vagina ketika bakteri dari vagina dan anus masuk ke kandung kemih. Untuk membantu mencegah hal tersebut, biasakan mengosongkan kandung kemih Anda setelah melakukan penetrasi seksual dengan pasangan.

Dalam beberapa kasus, efek samping dari terlalu banyak berhubungan seks mungkin memerlukan perhatian medis. Jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal, perdarahan yang tidak biasa atau terus-menerus, robekan, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri vulva yang persisten, jangan ragu untuk segera periksakan ke dokter.

Namun, jika satu-satunya yang Anda rasakan setelah berhubungan seks adalah perasaan puas (dan mungkin sedikit kelelahan), maka tidak ada alasan untuk sering melakukannya. “Selama ada pelumasan yang tepat dan istirahat konsensual di antara pasangan,Anda tidak dalam bahaya,” ujar Dr. Sherry.

Terakhir, dengarkan tubuh Anda setiap saat. Dr. Rebecca bilang, jika ada sesuatu yang terasa tidak enak—entah itu pertama kali Anda berhubungan seks selama seminggu atau untuk ketiga kalinya dalam 24 jam—berhentilah dan diskusikan dengan pasangan. Jika Anda merasa berlebihan, maka istirahatlah untuk berhubungan seks selama 1-2 hari.

Sumber: Womantalk.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.