PUSPA Penting untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Bolmut

Foto PUSPA
Kegiatan advokasi dan sosialisasi pelaksanaan kebijakan dan penyediaan layanan partisipasi keluarga dan penguatan forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di Kabupaten Bolmut tahun 2021, Sabtu 29 Mei 2021 di aula kantor Camat Kaidipang. (Foto Fandri Mamonto)

Tentangpuan.com– Keberadaan forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) sangatlah penting, guna mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk menseriusi perkawinan usia anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Ketua forum puspa Sulut, Roosje Kalangi mengatakan, manfaat kehadiran puspa diantaranya masyarakat dapat mengetahui arah dan program unggulan pemerintah pusat dan daerah serta sinergi antar lembaga untuk pemberdayaan perempuan dan anak.

Selanjutnya menguatnya komunitas dan lembaga masyarakat dunia usaha dan media yang peduli perempuan dan anak.

“Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk cepat dan tanggap melindungi perempuan dan anak dari kekerasan diskriminasi. Meningkatnya pelayanan dalam pencegahan dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan,” ujarnya, Sabtu, (29/05/2021).

Sementara itu, Deputi partisipasi masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof. dr. Vennetia R. Danse, M.Sc, Ph.D menyampailan keluarga perlu menjadi sasaran pembangunan pemberdayaan perlindungan anak (PPPA), karena keluarga merupakan unit kecil masyarakat yang berisikan SDM baik laki-laki maupun perempuan.

Pada tahun 2020-2024 Kemen PPPA mendapat lima arahan presiden Jokowi sebagai prioritas pembangunan terhadap perempuan dan anak antara lain peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan, penurunan kekerasan terhadap perwmpuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.

Kementerian PPPA dalam rangka pelibatan masyarakat dan dunia usaha dengan dibentuknya forum Puspa sebagai wadah interaksi dan komunikasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan.

“Organisasi masyarakat, akademisi, lembaga riset, dunia usaha dan media dalam upaya percepatan mewujudkan kesejahteraan perrmpuan dan anak Indonesia,” katanya.

Penulis: Fandri Mamonto

Leave a Reply

Your email address will not be published.