TENTANGPUAN.com – Stevani Neva Celia Laoh, mengatakan tampil di kompetisi selam tingkat nasional bukan sekadar tentang mengejar podium. Bagi atlet berusia 17 tahun itu, keikutsertaan dalam Open Tournament Tingkat Nasional Piala Panglima TNI 2026 menjadi langkah awal untuk menguji kemampuan sekaligus membuka pengalaman baru dalam olahraga Orientasi Bawah Air (OBA).
Neva, atlet sekaligus asisten pelatih Znergy Aquatic Club, mewakili Sulawesi Utara bersama tiga atlet lainnya dalam kompetisi yang berlangsung di Ambon, Maluku, 19–20 September 2026.
Pada ajang tersebut, Neva turun di nomor M Course dan 5 Point Course putri. Pada nomor 5 Point Course, ia berhasil menempati peringkat keenam dengan nilai 300.
Peringkat tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Neva karena kompetisi di Ambon merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba OBA tingkat nasional.
Sejak mulai berlatih OBA, Neva sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk tampil di tingkat nasional. Namun, ia mengaku sempat merasa belum cukup siap untuk bersaing di level tersebut.
“Dari awal Neva latihan OBA sudah ingin tampil di tingkat nasional, namun Neva sadar Neva belum cukup untuk sampai di tingkat itu,” ujar Neva.
Kesempatan itu akhirnya datang. Dengan persiapan latihan sekitar satu minggu, Neva mencoba turun dalam dua nomor.
Hasilnya tidak langsung sesuai harapan. Pada nomor M Course, ia mengaku belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi dorongan untuk memberikan penampilan yang lebih baik pada nomor berikutnya.
Upaya itu membuahkan hasil ketika Neva berhasil masuk enam besar pada nomor 5 Point Course.
“Alhamdulillah, Neva mendapatkan posisi 6 di nomor 5 Point. Neva bersyukur dengan semua itu,” katanya.
Sekretaris Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulawesi Utara, Nelson Uada, melihat pencapaian tersebut sebagai tanda adanya potensi pada atlet muda tersebut.
Menurut Nelson, Neva masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama karena usianya masih 17 tahun dan baru pertama kali mengikuti kompetisi OBA tingkat nasional.
“Neva luar biasa, soalnya atlet masih muda terus baru kali ini ikut lomba tapi bisa mengalahkan atlet-atlet senior. Bahkan dia bisa masuk sampai peringkat 6,” kata Nelson.
Ia mendorong Neva untuk terus meningkatkan latihan dan mengikuti arahan pelatih agar kemampuannya semakin berkembang.
“Kalau ke depan, punya potensi yang bagus. Harus lebih giat lagi latihan, terus tetap ikut arahan, bisa mengalahkan yang lain,” ujarnya.
Bagi Neva, pengalaman di Ambon bukan hanya tentang posisi akhir yang diperoleh. Ia ingin menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari proses untuk belajar dan berkembang sebagai atlet.
“Ini bukanlah akhir dari perjalanan Neva, namun ini adalah awal dari segalanya. Ini bukan kekalahan namun kemenangan yang ditunda, The champion is formed from defeat,” ucapnya.
Dukungan dari pelatih dan keluarga juga menjadi bagian dari perjalanan Neva. Mardila Mokodongan, pengurus Znergy Aquatic Club sekaligus orang tua Neva, mengaku bangga melihat putrinya mampu beradaptasi dengan cabang olahraga selam.
Menurut Mardila, Neva sebelumnya lebih dikenal sebagai atlet renang. Keikutsertaannya dalam kompetisi OBA menunjukkan bahwa kemampuan tersebut dapat dikembangkan ke cabang olahraga selam.
“Ini perdana Neva ikut event selam OBA langsung masuk 10 besar, dapat peringkat 6,” kata Mardila.
Mardila mengapresiasi jajaran pelatih Znergy Aquatic Club serta Coach Econ selaku Sekretaris POSSI Sulawesi Utara yang memberikan kesempatan kepada Neva untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Ia berharap pengalaman pertama di tingkat nasional dapat menjadi motivasi bagi Neva untuk terus berlatih dan kembali mengikuti kompetisi OBA.
“Ini bukan akhir perjuangan, masih panjang. Pastinya lebih giat latihan lagi agar bisa mengikuti lagi lomba di event-event OBA selanjutnya,” ujar Mardila.Bagi Stevani Neva Celia Laoh, tampil di kompetisi selam tingkat nasional bukan sekadar tentang mengejar podium. Bagi atlet berusia 17 tahun itu, keikutsertaan dalam Open Tournament Tingkat Nasional Piala Panglima TNI 2026 menjadi langkah awal untuk menguji kemampuan sekaligus membuka pengalaman baru dalam olahraga Orientasi Bawah Air (OBA).
Neva, atlet sekaligus asisten pelatih Znergy Aquatic Club, mewakili Sulawesi Utara bersama tiga atlet lainnya dalam kompetisi yang berlangsung di Ambon, Maluku, 19–20 September 2026.
Pada ajang tersebut, Neva turun di nomor M Course dan 5 Point Course putri. Pada nomor 5 Point Course, ia berhasil menempati peringkat keenam dengan nilai 300.
Peringkat tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Neva karena kompetisi di Ambon merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba OBA tingkat nasional.
Sejak mulai berlatih OBA, Neva sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk tampil di tingkat nasional. Namun, ia mengaku sempat merasa belum cukup siap untuk bersaing di level tersebut.
“Dari awal Neva latihan OBA sudah ingin tampil di tingkat nasional, namun Neva sadar Neva belum cukup untuk sampai di tingkat itu,” ujar Neva.
Kesempatan itu akhirnya datang. Dengan persiapan latihan sekitar satu minggu, Neva mencoba turun dalam dua nomor.
Hasilnya tidak langsung sesuai harapan. Pada nomor M Course, ia mengaku belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi dorongan untuk memberikan penampilan yang lebih baik pada nomor berikutnya.
Upaya itu membuahkan hasil ketika Neva berhasil masuk enam besar pada nomor 5 Point Course.
“Alhamdulillah, Neva mendapatkan posisi 6 di nomor 5 Point. Neva bersyukur dengan semua itu,” katanya.
Sekretaris Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulawesi Utara, Nelson Uada, melihat pencapaian tersebut sebagai tanda adanya potensi pada atlet muda tersebut.
Menurut Nelson, Neva masih memiliki ruang untuk berkembang, terutama karena usianya masih 17 tahun dan baru pertama kali mengikuti kompetisi OBA tingkat nasional.
“Neva luar biasa, soalnya atlet masih muda terus baru kali ini ikut lomba tapi bisa mengalahkan atlet-atlet senior. Bahkan dia bisa masuk sampai peringkat 6,” kata Nelson.
Ia mendorong Neva untuk terus meningkatkan latihan dan mengikuti arahan pelatih agar kemampuannya semakin berkembang.
“Kalau ke depan, punya potensi yang bagus. Harus lebih giat lagi latihan, terus tetap ikut arahan, bisa mengalahkan yang lain,” ujarnya.
Bagi Neva, pengalaman di Ambon bukan hanya tentang posisi akhir yang diperoleh. Ia ingin menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari proses untuk belajar dan berkembang sebagai atlet.
“Ini bukanlah akhir dari perjalanan Neva, namun ini adalah awal dari segalanya. Ini bukan kekalahan namun kemenangan yang ditunda, The champion is formed from defeat,” ucapnya.
Dukungan dari pelatih dan keluarga juga menjadi bagian dari perjalanan Neva. Mardila Mokodongan, pengurus Znergy Aquatic Club sekaligus orang tua Neva, mengaku bangga melihat putrinya mampu beradaptasi dengan cabang olahraga selam.
Menurut Mardila, Neva sebelumnya lebih dikenal sebagai atlet renang. Keikutsertaannya dalam kompetisi OBA menunjukkan bahwa kemampuan tersebut dapat dikembangkan ke cabang olahraga selam.
“Ini perdana Neva ikut event selam OBA langsung masuk 10 besar, dapat peringkat 6,” kata Mardila.
Mardila mengapresiasi jajaran pelatih Znergy Aquatic Club serta Coach Econ selaku Sekretaris POSSI Sulawesi Utara yang memberikan kesempatan kepada Neva untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Ia berharap pengalaman pertama di tingkat nasional dapat menjadi motivasi bagi Neva untuk terus berlatih dan kembali mengikuti kompetisi OBA.
“Ini bukan akhir perjuangan, masih panjang. Pastinya lebih giat latihan lagi agar bisa mengikuti lagi lomba di event-event OBA selanjutnya,” ujar Mardila.

