Fakta Psikologi Kenapa Orang Tega Melakukan Ghosting

Ghosting
Ilustasi: (Foto: Pexels).

Tentangpuan.com – Seiring perkembangan teknologi, muncul berbagai istilah baru slah satunya adalah Ghosting. Ghosting sekarang sudah jadi fenomena umum di Indonesia. Istilah ini semakin sering diucapkan dan dilabeli pada seseorang. Ghosting merujuk pada perilaku menghilang tiba-tiba bak hantu yang dilakukan seseorang dari kehidupan seseorang tanpa mengirimkan kabar. Memang, kenapa orang melakukan ghosting? Menurut ahli, ada fakta psikologi saat seseorang melakukan ghosting.

Menurut terapis Anita A. Chlipala, ada alasan psikologis di balik perilaku ghosting. Dalam hubungan asmara, ghosting dapat didefinisikan sebagai “tidak menanggapi komunikasi orang lain, terutama jika sudah ada hubungan (walaupun hanya satu kencan)” ujar Anita, seperti dikutip dari EliteDaily.

Misalnya begini, Anda berkencan dengan seorang pria dan sesudah kencan Anda pun mempunyai keinginan untuk melakukan kencan kedua, atau setidaknya bertukar kabar. Namun, jika tidak ada kabar dari pria tersebut, meski sudah Anda duluan yang menghubunginya, maka selamat, Anda sudah di-ghosting.

Menurut Anita, ada dua macam ghosting. Pertama, ghosting yang dilakukan ketika baru kencan dan kedua, ghosting saat Anda sudah berpacaran.

“Jika hanya berkencan, [pelaku ghosting] berpikir, ‘Saya tidak berutang apa pun kepada mereka.’ Jadi mereka tidak merespons (balik),” kata Anita.

“Menurut pendapat profesional saya, jika Anda memberi seseorang kencan atau komitmen untuk berkencan, Anda berutang penjelasan mengapa Anda berubah pikiran,” tambah Anita.

Jadi bisa disimpulkan, jika ghosting pada saat kencan mungkin lebih berakar pada tindakan egois dan ketidakpedulian, bahkan bisa kurangnya etika.

Ketika berbicara tentang hubungan dan kencan jangka panjang, alasan ghosting bisa lebih dalam. “Saya melihat orang-orang yang menghindari konflik dan tidak ingin berurusan dengan perasaan tidak nyaman, dan mereka merasionalisasikannya sebagai ghosting lebih mudah/tidak menyakitkan daripada berkomunikasi secara langsung,” jelas Anita.

Lalu mengapa ghosting bisa sangat umum di masa modern ini?

Menurut Anita, itu semua karena ghosting dipandang sebagai jalan keluar yang muda. Kita melakukan ghosting karena kita malas, tidak punya etika, bahkan punya ketakutan.

Bagi saya, ini semua berada di bawah frasa umum “kita semua agak terlalu mementingkan diri sendiri akhir-akhir ini,” kata Anita.

Sumber: Womantalk.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.