TENTANGPUAN.com – Sebanyak 342 warga Desa Bilalang Satu, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu menerima bantuan ketahanan pangan yang disalurkan pemerintah desa bekerja sama dengan Perum Bulog, Rabu (1/4/2026).
Di balik angka tersebut, perempuan menjadi pihak yang paling merasakan langsung dampak bantuan, terutama dalam menjaga dapur tetap menyala di tengah tekanan ekonomi.
Bantuan berupa 6.840 kilogram beras dan 1.368 liter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026 ini disalurkan di Kantor Desa Bilalang Satu dan diterima langsung oleh warga.
Setiap penerima mendapatkan dua karung beras dengan total 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Di banyak rumah tangga, perempuan memegang kendali atas pengelolaan pangan keluarga. Ketersediaan beras dan minyak goreng bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga penentu apakah keluarga bisa makan layak setiap hari.
Kepala Urusan (KAUR) Permasyarakatan Desa Bilalang Satu, Suhendra Mokoginta, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program tahun 2026 yang mencakup dua bulan penyaluran.
“Setiap penerima mendapatkan dua karung beras dengan total 20 kilogram, serta empat bungkus minyak goreng dengan jumlah 4 liter,” ujar Suhendra.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan tersebut merupakan alokasi untuk periode Februari dan Maret. “Program yang saya terima ini merupakan bantuan untuk bulan Februari dan bulan Maret,” tambahnya.
Bagi perempuan seperti Wirdawati Mokoginta (37), bantuan ini bukan sekadar tambahan bahan pokok, tetapi juga memberi ruang bernapas di tengah keterbatasan ekonomi.
“Melalui program ini, Alhamdulillah saya sangat senang bisa menerima bantuan ini karena sangat membantu di tengah kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nia Daniati Mokoginta (37), yang sehari-hari mengatur kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Setiap penerima mendapatkan dua karung beras serta 4 liter minyak goreng,” katanya.
Sementara itu, Hikmah Pobela (57) juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Di usia yang tidak lagi muda, ia tetap menjadi penopang kebutuhan pangan keluarga.
“Alhamdulillah, saya sangat senang karena bantuan ini benar-benar membantu,” ungkapnya.
Ia berharap program bantuan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, perempuan kerap menjadi garda terdepan dalam memastikan keluarga tetap bertahan. Bantuan pangan seperti ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat peran perempuan sebagai pengelola utama kehidupan rumah tangga.
Sejumlah riset juga menunjukkan bahwa peran ini bukan sekadar asumsi.
Data dari Badan Pusat Statistik dalam publikasi terbaru Statistik Gender Indonesia mencatat bahwa lebih dari 70 persen pengelolaan konsumsi rumah tangga, termasuk pengaturan bahan pangan, dilakukan oleh perempuan.
Temuan ini menegaskan bahwa setiap intervensi bantuan pangan pada dasarnya juga merupakan bentuk dukungan langsung terhadap kerja-kerja domestik perempuan yang selama ini kerap tidak terlihat, namun krusial bagi keberlangsungan keluarga.
Reporter: Yusril Umbola

