Tentangpuan Sukses Gelar Diskusi Bertajuk Pentingnya Memahami Gender dalam Implementasi Kerja Jurnalistik

Ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Neno Karlina).

Tentangpuan.com – Sebagai media yang memberi perhatian terhadap isu gender, perempuan dan anak, Tentangpuan.com menggelar diskusi dengan tema Pentingnya Memahami Gender dalam Implementasi Kerja Jurnalistik, Kamis, (06/05/2021), bertempat di Rumah Belajar, Kelurahan Mongkonai Barat, Kota Kotamobagu.

Peserta diskusi terdiri dari jurnalis berbagai media di Bolaang Mongondow Raya (BMR), juga perwakilan Korps PMII Putri (Korpri) Cabang Bolaang Mongondow.

Menjadi bagian dari Zonautara network, Tentangpuan.com, menghadirkan Pimred Zonautara.com, Ronny Adolof Buol sebagai pembicara dan mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Lynvia Gunde, yang bergabung secara virtual.

“Penting bagi kita untuk membedakan mana gender dan mana seks. Sebab, banyak kita yang selama ini tidak memahami bahkan salah mengartikan, dan menganggap bahwa gender itu adalah perempuan,” kata Lynvia.

Lynvia menjelaskan, kesalahpahaman dalam memahami gender kerap membuat seorang jurnalis terjebak memberikan persepsi keliru, bahkan rentan membuat berita yang justru menjadikan korban kekerasan, kembali menjadi korban.

“Banyak berita yang dibumbu-bumbui dengan embel-embel yang sebenarnya tidak penting. Misalnya, 5 Kepala Daerah Perempuan Tercantik, atau Ini Bagian yang Paling Menarik pada Tubuh Perempuan. Judul-judul yang seksis. Padahal, sebagai kepala daerah yang harus dilihat kapasitas dan kemampuannya dalam mengambil kebijakan, atau prestasinya, tidak ada urusan dengan masalah kecantikan,” jelas Lynvia.

Lynvia juga mengajak perserta diskusi agar bisa sama-sama memberi pemahaman dan berhenti menjadikan korban kekerasan, kembali menjadi korban dalam sebuah pemberitaan.

Sementara itu, Pimred Zonautara.com Ronny Adolof Buol mengatakan, saat ini ada 15 gender yang ada, dari berbagai belahan dunia, bahkan berhasil didokumentasikan oleh National Geographic. Semua gender tersebut tidak hanya mempertimbangakan aspek seks, tetapi juga expression, identity, attraction.

“Jadi, sejatinya pengertian gender itu tergantung dari mana kita melihatnya. Apakah dari identity, attraction, atau dari expression. Tapi, pemahaman ini akan berakhir pada bagaimana kita melihat dan memperlakukan seseorang yang mungkin memiliki orientasi gender yang berbeda. Bahkan, tak hanya dalam kapasitas kita sebagai seorang jurnalis, tetapi jauh lebih dalam hingga ke persoalan HAM,” kata Ronny.

Lebih lanjut Ronny menjelaskan, sebagai contoh untuk pertimbangan identitas gender bisa dilihat dari perasaan seorang pria atau wanita. Perasaan bagaimana seseorang merasa bahwa ia adalah seorang pria atau wanita.

“Dapat juga mengacu pada pengalaman internal dari individu terhadap gender yang dirasakan mendalam, yang mungkin sesuai atau tidak sesuai dengan jenis kelamin (biologis) nya pada saat dilahirkan. Atau, termasuk perasaannya pada bagian tubuhnya, (yang mungkin dapat mencakup, jika dapat dipilih secara bebas, pengubahan bentuk atau fungsi tubuhnya melalui cara medis, pembedahan atau cara lainnya), dan cara lain dalam mengekspresikan gender, termasuk cara berpakaian, berpenampilan, dan berperilaku,” pungkas Ronny.

Leave a Reply

Your email address will not be published.