TENTANGPUAN.com – Tim gabungan menemukan satu korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Korban merupakan seorang balita berusia 2 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.
Balita itu ditemukan pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita di Lingkungan I Sanumpito, Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik prioritas pencarian sejak banjir bandang melanda sejumlah kampung di Pulau Siau.
Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi dalam laporan resminya menyampaikan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki, berusia 2 tahun, dan berdomisili di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Timur. Identitas korban disampaikan secara terbatas dengan tetap mempertimbangkan perlindungan terhadap keluarga korban.
“Korban balita ditemukan setelah tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta unsur terkait melakukan pencarian secara menyeluruh di wilayah terdampak banjir bandang,” demikian keterangan Kapolres.
Setelah ditemukan, jenazah korban menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Sulawesi Utara untuk memastikan identitas melalui ciri fisik dan keterangan keluarga, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban lain masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama instansi terkait, mengingat masih terdapat laporan warga yang belum ditemukan pascabencana.
Bencana banjir bandang ini membawa dampak luas bagi masyarakat Kepulauan Sitaro. Sedikitnya 244 kepala keluarga atau 693 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Bahu, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Bumbiha, Paseng, dan Bandil sejak peristiwa banjir bandang terjadi pada Senin (5/1/2026).
Selain itu, sebanyak 17 warga masih menjalani perawatan di puskesmas akibat luka-luka, sementara dua orang lainnya dirujuk ke Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Hingga Selasa (6/1/2026) malam, total korban terdampak banjir bandang di Pulau Siau tercatat 37 orang, dengan rincian 17 orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka, serta dua orang masih dinyatakan hilang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan dan keselamatan anak dalam situasi bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan khusus balita dan kelompok rentan lainnya di lokasi pengungsian.
Peliput: Jufri Kasumbala

