Banjir Bandang Terjang Siau, Enam Orang Meninggal, Seorang Balita dan Warga Lain Dilaporkan Masih Hilang

Kelurahan Bahu Kecamatan Siau Timur dilanda banjir bandang, Senin (5/1/2026).

TENTANGPUAN.comBanjir bandang yang menerjang Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin, (1/5/2026) dini hari tadi, meninggalkan duka mendalam bagi warga.

Hingga siang ini, seorang balita berusia dua bulan dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian, sementara kedua orang tuanya dirawat dalam kondisi serius di Puskesmas Ulu Siau.

Berdasarkan laporan langsung jurnalis di lapangan, Jufri Kasumbala, para korban banjir bandang saat ini dievakuasi dan dirawat di Puskesmas Ulu Siau. Hingga data sementara yang diterima, sebanyak enam jenazah telah ditemukan akibat peristiwa tersebut. Para korban meninggal dunia telah dimasukkan ke dalam peti, sementara tangis keluarga pecah di lokasi puskesmas saat memastikan kehilangan anggota keluarga mereka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA. Warga mengaku peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan tidak terduga. Sejumlah saksi menyatakan hujan tidak turun sepanjang malam. Datangnya arus deras yang membawa material lumpur dan puing-puing mengejutkan warga yang tengah terlelap.

Selain korban meninggal, belasan warga lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Ulu Siau. Petugas medis terus memberikan penanganan, terutama kepada korban yang mengalami trauma dan luka serius akibat terbawa arus.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pencarian korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah daerah mengakui adanya perbedaan informasi terkait jumlah korban yang hilang. Oleh sebab itu, pendataan masih berlangsung dengan menerima laporan langsung dari keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau belum berhasil berkumpul pasca-banjir.

Salah satu informasi yang menjadi perhatian utama adalah hilangnya seorang bayi berusia dua bulan yang diduga terbawa arus banjir. Warga dan aparat setempat masih berupaya melakukan pencarian intensif, sementara kedua orang tua bayi tersebut dilaporkan selamat namun mengalami luka berat dan masih dirawat intensif.

Sejumlah warga yang diwawancarai menyampaikan bahwa banjir bandang datang tanpa peringatan. Air bercampur material kayu dan lumpur menerjang permukiman warga, menyapu rumah dan barang-barang dalam hitungan menit. Kondisi tersebut membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan diri maupun anggota keluarga.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan relawan terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan keberadaan anggota keluarga yang belum ditemukan serta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan.

Peliput: Jufri Kasumbala