Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui dalam Pandangan Agama Islam: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi ibu menyusui, (Foto: Pixabay.com).
Ilustrasi ibu menyusui, (Foto: Pixabay.com).

TENTANGPUAN.COM – Puasa merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim yang sudah mukallaf, yaitu dewasa, berakal, dan sehat. Namun, bagi ibu menyusui, puasa dapat menimbulkan berbagai konsekuensi terhadap kesehatan ibu dan bayi yang sedang disusui. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai hukum puasa bagi ibu menyusui dalam pandangan agama Islam, serta beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa.

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui dalam Agama Islam

Dalam agama Islam, hukum puasa bagi ibu menyusui adalah sunnah, bukan wajib. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT telah membebaskan orang yang sedang dalam perjalanan dan orang yang sedang sakit dari kewajiban puasa, dan demikian pula bagi ibu yang sedang menyusui.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, hal ini bukan berarti ibu menyusui tidak boleh berpuasa. Ibu menyusui tetap dianjurkan untuk berpuasa apabila kondisinya memungkinkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi kesehatan ibu dan bayi yang sedang disusui. Namun, jika berpuasa dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi, maka ibu menyusui dapat menggantinya dengan membayar fidyah atau mengqadha puasa di kemudian hari.

Hal yang Perlu Diperhatikan bagi Ibu Menyusui yang Ingin Berpuasa

Kondisi Kesehatan Ibu dan Bayi
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, ibu menyusui harus memperhatikan kondisi kesehatannya dan bayi yang sedang disusui. Jika ibu mengalami penyakit atau kondisi kesehatan yang membutuhkan pengobatan dan nutrisi yang cukup, maka ibu tidak dianjurkan untuk berpuasa. Begitu juga jika bayi mengalami masalah kesehatan atau membutuhkan ASI secara teratur, maka ibu juga tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Nutrisi yang Cukup
Ibu menyusui yang berpuasa harus memastikan bahwa nutrisinya cukup untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi. Ibu harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Pengaturan Jadwal Menyusui
Ibu menyusui yang berpuasa harus memperhatikan jadwal menyusui bayi. Ibu harus menyusui bayi sebelum dan setelah berpuasa, serta memperbanyak frekuensi menyusui di malam hari. Hal ini akan membantu menjaga produksi ASI tetap cukup.

Menjaga Kesehatan dan Kebugaran
Ibu menyusui yang berpuasa harus memperhatikan kesehatan dan kebugarannya. Ibu harus menghindari kegiatan yang terlalu melelahkan dan memperbbanyak istirahat untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar.

Mengganti Puasa
Jika ibu menyusui memutuskan untuk tidak berpuasa karena alasan kesehatan atau kebutuhan bayi yang harus dipenuhi, maka ibu dapat mengganti puasa tersebut di kemudian hari atau membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang tidak dilakukan.

Berkonsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan bahwa kondisi kesehatannya memungkinkan untuk berpuasa dan nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ASI tetap tercukupi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.