Baby blues: mengenal lebih dekat perasaan sedih pasca melahirkan

Ilustrasi baby blues, (Foto: Pixabay.com).
Ilustrasi baby blues, (Foto: Pixabay.com).

TENTANGPUAN.COM – Setelah melahirkan, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh dan pikiran seorang ibu baru. Selain merasakan kebahagiaan yang besar, sebagian ibu juga dapat merasakan perasaan sedih yang intens. Perasaan tersebut dikenal dengan istilah baby blues. Apa itu baby blues dan apa sejarahnya?

Baby blues adalah perasaan sedih, kecemasan, dan mudah tersinggung yang dialami oleh sebagian besar ibu setelah melahirkan.

Perasaan ini biasanya muncul pada minggu pertama setelah melahirkan dan bisa bertahan hingga dua minggu. Gejala baby blues meliputi perasaan sedih, menangis dengan mudah, merasa gelisah, kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, dan kelelahan.

Baby blues dipercaya disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh ibu setelah melahirkan. Selain itu, perasaan stres dan kelelahan karena merawat bayi juga bisa menjadi faktor penyebabnya.

Meskipun perasaan sedih ini dapat mengganggu kebahagiaan seorang ibu, namun biasanya perasaan tersebut akan mereda dengan sendirinya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sejarah baby blues dapat dilacak hingga abad ke-19. Pada saat itu, para ahli medis menemukan bahwa sebagian besar ibu baru mengalami perubahan suasana hati yang negatif setelah melahirkan. Namun, istilah “baby blues” baru muncul pada tahun 1940-an.

Sejak itu, banyak penelitian dilakukan untuk mempelajari baby blues dan dampaknya pada kesehatan mental seorang ibu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa baby blues dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi pasca melahirkan.

Oleh karena itu, penting bagi seorang ibu untuk mengakui perasaan sedihnya dan mencari dukungan dari keluarga atau tenaga medis jika perasaan tersebut terus berlanjut dan mengganggu kesehariannya.

Dalam menghadapi baby blues, ibu baru dapat melakukan beberapa hal seperti istirahat yang cukup, menjaga asupan makanan yang sehat, berolahraga, dan berbicara dengan orang-orang yang dipercayainya. Jika perasaan sedih tersebut berlangsung lebih dari dua minggu atau semakin parah, seorang ibu harus segera mencari bantuan dari tenaga medis.

Dalam kesimpulan, baby blues adalah perasaan sedih yang dapat dialami oleh seorang ibu setelah melahirkan. Perasaan ini dapat disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh dan stres yang dialami oleh ibu baru. Sejarah baby blues dapat dilacak hingga abad ke-19 dan sejak itu banyak penelitian dilakukan untuk memahami dampaknya pada kesehatan mental seorang ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu baru untuk mengakui perasaan sedihnya dan mencari dukungan jika perasaan tersebut terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.